Breaking News

Kllopp Minta maaf , Henderson berkata Begini


Kapten Liverpool, Jordan Henderson mengaku telah melakukan diskusi dengan Jurgen Klopp agar sang pelatih memberinya kesempatan bermain lebih menyerang. Dia merasa mampu bermain sebagai gelandang nomor 8, tidak hanya sebagai gelandang nomor 6.

Anyar Liverpool , Fabinho sangat impresif dalam penampilan sebagai deep lying playmaker dalam pekan terakhir ini , masalah ini membuat Klopp harus menemukan kedua kombinasi gelandang yang sangat tepat untuk berikan leluasaan oleh fabinho , al hasil henderson lah yang di nilai bermain lebih keras.

Trik ini sudah manjur.Henderson cetak gol pertama nya setelah 18 blan saat membantu Liverpool tundukkan Southampton dengan skor 3-1 minggu terakhir lalu , dan mengulang tampilan bagusnya saat Si Merah kalahkan Porto dengan hasil yang baik 2-0 , Rabu kemarin.

Henderson terbukti memiliki visi permainan apik dan mampu melihat celah-celah umpan yang bisa menciptakan peluang.
Setelah menang atas Porto , Klopp minta maaf kepada Henderson dan Fans Liverpool karena tia terlalu merendahkan Henderson di posisi tersebut . " Saya akui kesalahan saya sudah merendahkan dia ( Henderson ) dalam satu setengah tahun dengan no punggung 6 , maaf kan saya , ujar Klopp dari Sky Sport LigaIDN.

Namun, ternyata perubahan itu berawal dari diskusi Henderson dengan Klopp sebelumnya. Kapten Liverpool ini membongkar bahwa mereka berdua intens membicarakan peran ini.

"Saya kira pelatih tidak banyak menyadari hal ini sampai saya membicarakannya dengan dia," tegas Henderson.

"Saya dan pelatih baru saja menjalin diskusi. Jelas dia sudah melihat pertandingan Inggris dan saya merasa baik bermain di posisi itu."

Ternyata, Henderson awalnya memang bermain sebagai gelandang nomor 8. Klopp tidak menyadari itu karena ketika baru menangani Liverpool, Klopp mendapati Henderson sudah bermain sebagai gelandang nomor 6 yang merupakan keputusan pelatih sebelumnya.


BACA JUGA : JADWAL PERTANDINGAN BOLA HARI INI

"Saya kira ketika saya berbicara dengan pelatih, saya berkata bahwa saya bisa bermain lebih alamiah di posisi itu: saya bermain di posisi itu sudah lama, saya dahulu berperan seperti gelandang box-to-box ketika pelatih itu pertama kali tiba."

"Gagasan ini adalah sesuatu yang bakal dia pikirkan. Saya bisa bermain di kedua posisi, dan dia melihat saya bisa melakukan keduanya. Pada dasarnya itulah yang dia inginkan dan dia butuhkan dalam tim," tutup dia.

Tidak ada komentar